SIMPUS (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS)
DI AREA PUSKESMAS GONDOKUSUMAN II
MATA KULIAH
“SISTEM INFORMASI MANAJEMEN”
Disusun Oleh:
Kelompok 1
1. Amelia
Sundariwati 131312167
2. Milkha
Selegani 131312153
3. Patwa
Tri Lestari 131312143
4. Nickolaus
Rianduly 131312183
5. Yuliten
Yobbe 131312150
FAKULTAS ILMU SOSIAL
DAN ILMU POLITIK
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA
UNIVERSITAS WIDYA
MATARAM YOGYAKARTA
TAHUN 2015/2016
DAFTAR ISI
Daftar isi…………………………………………………………………………………... i
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………... 1
Latar Belakang Masalah…………………………………………………………………. 1
Rumusan Masalah………………………………………………………………………... 1
Tujuan Makalah………………………………………………………………………….. 1
BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………………………… 2
1.1
Pengertian
Pukesmas dan SIMPUS………..……………………………………….. 2
1.2
Kondisi
Letak Puskesmas Gondokusuman II……………………………………… 3
1.3
Fungsi-fungsi
Puskesmas Gondokususman II……………………………………… 3
1.4
Program-program
SIMPUS…………………………………………………………. 4
1.5
Manfaat
yang diperoleh dari Penggunaan SIMPUS………………………………. 8
1.6
Menu-menu
SIMPUS yang tidak digunakan oleh
Puskesmas Gondokususman II................................................................................... 8
1.7
Kendala
yang dialami para Pengguna SIMPUS…………………………………… 8
1.8
Upaya-upaya
Pencegahan Kesalahan pada Penggunaan
SIMPUS………………. 9
BAB
III PENUTUP……………………………………………………………………… 11
Kesimpulan
Daftar
Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Puskesmas sebagai salah satu institusi pelayanan umum, dapat
dipastikan membutuhkan keberadaan sistem informasi yang akurat dan handal,
serta cukup memadai untuk meningkatkan pelayanan puskesmas kepada para pengguna
(pasien) dan lingkungan terkait. Dengan lingkup pelayanan yang begitu luas,
tentunya banyak sekali permasalahan kompleks yang terjadi dalam proses
pelayanan di puskesmas. Banyaknya variabel di puskemas turut menentukan
kecepatan arus informasi yang dibutuhkan oleh pengguna dan lingkungan
puskesmas.
Selama ini banyak puskesmas yang masih mengelola data-data
kunjungan pasien, data-data arus obat, dan juga membuat pelaporan dengan
menggunakan cara-cara yang manual. Selain membutuhkan waktu yang lama, keakuratan
dari pengelolaan data juga kurang dapat diterima, karena kemungkinan kesalahan
sangat besar. Beberapa puskesmas mungkin sudah memakai komputer sebagai alat
bantu untuk pengelolaan data, hanya saja sampai sekarang belum banyak program
komputer yang secara khusus didesain untuk manajemen data di puskesmas. Maka
dri itu muncullah sebuah sistem yang merubah kesulitan tersebut yang disebut
SIMPUS.
B.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain:
1.
Apa yang
dimaksud Puskesmas dan SIMPUS ??
2.
Dimana
letak puskesmas godokusuman II dan apa
saja fungsi puskesmas gondokusuman II?
3.
Apa saja
program-program yang ada di SIMPUS dan manfaatnya apa saja?
4.
Menu
simpus apa yang tidak diggunakan secara optimal oleh puskesmas gondokusuman II?
5.
Apa saja
upaya untuk menggurangi masalah program SIMPUS?
C.
Tujuan Makalah
Adapun tujuan
yang ingin disampaikan si penulis pada pemabaca mengenai makalah ini antara
lain:
1.
Menjelaskan
sistem informasi manajemen pukesmas untuk penbaca makalah ini.
2.
Memberikan
gambaran mengenai sistem informasi manajemen puskesmas ini.
3.
Memberikan
wawasan baru megenai SIMPUS ini.
4.
Memberikan
manfaat bagi pembaca makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
1.1
Pengertian Puskesmas dan SIMPUS
Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) merupakan unit pelaksana teknis kesehatan di
bawah supervisi Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota yang mempunyai tugas
memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh, yaitu usaha kesehatan
promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif pada wilayah kerjanya. Selain
itu, juga mempunyai kewajiban administrasi untuk membuat dan memelihara rekam
medis pasien.
SIMPUS adalah sebuah sistem Informasi yang terintegrasi dan
didesain multi user yang disiapkan untuk menangani keseluruhan proses manajemen
puskesmas. Dalam implementasinya, Digital Sense telah merilis
dua versi sekaligus yaitu berbasis desktop (OS Windows) dan berbasis web (OS
Open Source). Atau SIMPUS adalah aplikasi yang bersifat single user atau
hanya dapat diaplikasikan hanya oleh satu orang pada saat itu. SIMPUS bukan
aplikasi multi user yang memungkinkan satu database diolah bersama-sama oleh
beberapa staf, dari beberapa ruang pelayanan yang ada di puskesmas.
SIMPUS ini terdiri atas berbagai modul yaitu: Admin
Sistem (manajemen user), Loket, Poli BP/umum, Poli Gigi, Lab/Radiologi, Apotek,
Poli KIA, UGD, Rawat Inap, Kegiatan Luar Gedung/UKM, Pojok Gizi, Pelayanan KB,
Manajemen Aset, dan Kepegawaian. Memungkinkan koneksi online Dinas Kesehatan ke
Puskesmas/ Pustu secara real time. Dengan
luasnya lingkup pekerjaan di puskesmas, maka SIMPUS nantinya akan dikembangkan
secara modular, atau terpisah antara program kerja yang satu dengan program
kerja yang lain.
Beberapa hal mengenai SIMPUS antara lain:
·
Menggunakan
Sistem Operasi Windows, menampilkan tampilan secara grafis dan mudah digunakan.
Untuk proses keluaran data bahkan hampir semua tampilan bisa di akses dengan
menggunakan tikus (mouse).
·
Menyimpan
informasi riwayat kunjungan dari pasien dengan akurat. Penomoran Index yang
tepat dan benar akan lebih mempermudah dalam proses pencarian data pasien
tertentu.
·
Input
data yang cepat, dengan sumber data dari kartu registrasi pasien. Desain
masukkan data yang dikembangkan dengan mengacu pada pengalaman di puskesmas
menjadi pertimbangan utama untuk membuat proses entri harus cepat. Dalam
kondisi normal hanya butuh waktu dibawah 1 menit untuk memasukkan satu data
pasien.
·
Dapat
menampilkan rekapitulasi data pasien dan obat, serta membuat pelaporan LB1 dan
LPLPO dengan cepat. Periode keluaran data dapat ditetapkan sesuai dengan
kebutuhan, dari data harian, periode harian, mingguan, bulanan atau tahunan.
·
Dapat
menampilkan data 10 Besar / 20 Besar penyakit dengan cepat.
·
Menampilkan
data-data keluaran secara tabel maupun secara grafik dengan cepat.
·
Dapat
digunakan untuk melakukan filter data kunjungan dengan cepat dan mudah, sesuai
dengan kriteria yang diinginkan.
1.2
Kondisi Puskesmas Gondokusuman II
Puskesmas
Gondokusuman II Yogyakarta pada tahun 2011 terletak di bagian utara Kota
Yogyakarta, berlokasi di Kecamatan Gondokusuman yang mempunyai 5 (lima)
kelurahan. Di satu Kecamatan Gondokusuman terdapat 2 (dua) puskesmas Induk,
yaitu Puskesmas Gondokusuman I dengan 3 (tiga) kelurahan binaan dan Puskesmas
Gondokusuman II dengan 2 (dua) kelurahan binaan. Pembagian ini didasarkan
jumlah penduduk yang dilayani puskesmas. Wilayah kerja Puskesmas Gondokusuman
II meliputi dua kelurahan dari lima kelurahan yang ada di Kecamatan
Gondokusuman, yaitu Kelurahan Terban dan Kelurahan Kotabaru.
Wilayah kerja
Puskesmas Gondokusuman II dialiri aliran Sungai Code. Aliran Sungai Code
melintas sepanjang tepi barat wilayah RW I, IV, V, VI Kelurahan Terban dan RW
I, IV Kelurahan Kotabar Puskesmas Gondokusuman II terletak di Kelurahan Terban
tepatnya di Jln. Prof. Dr. Sardjito No. 22 Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman,
Yogyakarta. Letaknya di perkotaan padat penduduk. Secara administratif wilayah
Puskesmas Gondokusuman II berbatasan dengan wilayah lainnya, yaitu:
a.
Sebelah
utara berbatasan dengan Kel. Catur Tunggal, Depok, Sleman.
b.
Sebelah selatan berbatasan dengan Kec.
Danurejan Yogyakarta.
c.
Sebelah
barat berbatasan dengan Kel. Cokrodiningratan, Kec. Jetis Yogyakarta.
d.
Sebelah
timur berbatasan dengan Kel. Klitren, Kec. Gondokusuman Yogyakarta.
1.3
Fungsi Puskesmas Gondokusuman II
Puskemas
memiliki fungsi utama menjalankan upaya pelayanan kesehatan untuk menanggulangi
masalah kesehatan masyarakat, terutama menggerakan program promosi kesehatan,
penanggulangan dan pencegahan penyakit menular.
Terdapat 3 (tiga) fungsi utama yang diemban
puskesmas Gondokusuman II dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dasar kepada
seluruh target sasaran di wilayah kerja. Tiga fungsi utama tersebut adalah
sebagai berikut:
a)
Pusat
penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
Dalam hal penggerak pembangunan berwawasan
kesehatan, Puskesmas Gondokusuman II berupaya menggerakan lintas sector dan
dunia usaha di wilayah kerja agar menyelenggarakan pembangunan yang berwawasan
kesehatan. Selain itu Puskesmas Gondokusuman II juga aktif memantau dan
melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di
wilayah kerja.
b)
Pusat
pemberdayaan masyarakat
Sebagai fungsi pusat pemberdayaan masyarakat,
Puskesmas Gondokusuman II berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat,
keluarga, dan masyarakat memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani
diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, juga berperan aktif dalam
memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaan.
Selain itu,
Puskesmas Gondokusuman II ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau
pelaksanaan program kesehatan, membina peran serta masyarakat di wilayah kerja
dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat, merangsang masyarakat
maupun swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya
sendiri, serta memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali
dan menggunakan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien dalam
pembangunan berwawasan kesehatan.
c)
Pusat
pelayanan kesehatan strata pertama
Sebagai fungsi pusat pelayanan kesehatan
strata pertama Puskesmas Gondokusuman II menyelenggarakan pelayanan kesehatan
tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan mencakup
pelayanan kesehatan perorangan maupun pelayanan kesehatan masyarakat.
1.4
Program-Program Simpus
Fitur unggulan yang terdapat
dalam simpus ini antara lain:
·
Tata tampilan gambar view tab yang
menarik ( berbasis GUI / Graphical User Interface) dan user
friendly
Tampilan
Menu KIA Simpus Web Based
·
Fasilitas entri data kegiatan pelayanan
Puskesmas baik dalam maupun luar gedung (laporan/output bisa disatukan sesuai
kebutuhan)
·
Fasilitas pencarian pasien, cetak Buku Pasien,
Paper pasien dan Kartu Pasien, cetak Surat Keterangan (sakit,sehat dan
Kematian), cetak Surat Rujukan RS (Umum, ASKES, ASKESKIN)
·
Fasilitas pencarian pasien secara cepat
Fasilitas untuk
mencari data pasien, dengan fasilitas ini registrasi pasien bisa
dilakukandengan cepat, kurang dari 1 menit.
·
Fasilitas view dan cetak rekam medik pasien
Detil Riwayat Pasien
Simpus
·
Diagnosa (dx) penyakit sudah menggunakan ICD X
·
Fasilitas warning untuk alergi
Daftar 10 Penyakit Terbesar
·
Database obat lengkap (bisa ditambahkan
sendiri) baik obat dari Dinas maupun Swadaya
·
Fasilitas Pembuatan resep Obat bisa dalam
bentuk Puyer
·
Fasilitas Perhitungan stok opname dan LPLPO
Obat/alkes dilakukan secara otomatis, sesuai dengan penggunaannya.
Menu laporan apotek: LPLPO, lap bulanan pemakaian, lap resep,
stok terkini, kompilasi data peresapan
·
Menyediakan output laporan yang diperlukan
untuk Administrasi Ke Dinas (bulanan dan tahunan)
·
Laporan bisa dalam bentuk grafik dan peta
visual (contoh: Peta penyebaran Penyakit dan Grafik Pemantauan Kasus)
Grafik Pemantauan Kasus Simpus
·
Fasilitas transfer data ke dinas (bisa melalui
perangkat jaringan maupun Flashdisk)
·
Laporan bisa difilter berdasarkan
kategori-kategori sesuai kebutuhan
·
Fasilitas Laporan bisa di-convert dalam bentuk
data MS-Excell dan Pdf
·
Fasilitas Backup Data Otomatis (Auto Backup)
·
Fasilitas Integrasi Data seluruh puskesmas ke
Dinas Kesehatan
Menu Integrasi Data di Dinas Kesehatan
1.5
Manfaat
yang diperoleh dari Penggunaan SIMPUS
Manfaat
yang diterima bagi kedokteran mauun pasien dalam sistem ini antara lain:
· Bagi
dokter:
1.
Mempermudah pekerjaan
dokter dalam menyusun arsip-arsip kesehatan.
2.
Tidak mengeluarkan
biaya kertas dalam peyimpanan data.
3.
Tidak memerlukan biaya
banyak dalam menggunaan SDM karena hanya beberapa saja yang diggunakan untuk
membantu memberikan pelayanan kepada masyarakat.
4.
Tidak membuang waktu
yang cukup banyak bagi para penyelenggara kesehatan ditingkat puskesmas
gondokusuman.
5.
Proses regristasi yang
cepat dan mudah
·
Bagi pasien:
1.
Regristrasi yang cepat
sehingga masalah pasien cepat diobati
2.
Kesehatan pasien cepat
teratasi
3.
Tidak perlu membawa
kartu banyak dalam merasakan pelaanan setiap berobat di puskesmas yang sama dan
beda karena arsip kesehatan pasien yang sudah ada disana.
4.
Kepuasan dan harapan
pasien terpenuhi sebesar-besarnya.
·
Bagi pemerintah:
1.
membantu menyelesaikan
masalah kesehatan ditingkat daerah teratasi dan mengakibatkan keberhasilan
dalam mengatasi masalah kesehatan ini.
2.
mendorong keberhasilan
dalam suatu keputusan pemerintah dan mengguranggi permasalahan dalam negara.
1.6
Program
SIMPUS Yang Tidak Diggunakan Puskesmas Gondokusuman II
Menu-menu aplikasi Simpus yang belum diggunakan puskesmas gondokusuman
II antara lain: menu Farmasi di SIMPUS
yang seharusnya digunakan oleh bagian Farmasi, tetapi dalam kenyataannya bagian
farmasi tidak menggunakannya dan untuk update stok obat masih menggunakan
manual. Padahal di dalam SIMPUS sudah tersedia untuk melihat persediaan stok obat
dan dengan tidak digunakannya hal tersebut kadang dokter dalam memberikan resep
tidak melihat ketersediaan obat sehingga jika obat yang diresepkan habis,
petugas farmasi harus kembali bertanya ke dokter obat lain pengganti obat yang
sudah habis tersebut.
1.7
Kendala
–Kendala Puskesmas Gondokusuman II
Kendala kendala yang dialam
puskesmas gondokusuman II saat menggunakan SIMPUS ini antara lain:
·
Kendala di bidang Infrastruktur.
Banyak puskesmas yang hanya memiliki satu atau dua
komputer, dan biasanya untuk pemakaian sehari-hari di puskesmas sudah kurang
mencukupi. Sudah mulai banyak pelaporan-pelaporan yang harus ditulis dengan
komputer. Komputer lebih berfungsi sebagai pengganti mesin ketik semata. Selain
itu kendala dari sisi sumber daya listrik juga sering menjadi masalah.
Puskesmas di daerah-daerah tertentu sudah biasa menjalani pemadaman listrik
rutin sehingga pengoperasian komputer menjadi terganggu. Dari segi keamanan,
banyak gedung puskesmas yang kurang aman, sering terjadi puskesmas kehilangan
perangkat komputer.
·
Kendala di bidang Manajemen
Masih jarang sekali ditemukan satu orang staf atau
petugas atau bahkan unit kerja yang khusus menangani bidang data/komputerisasi.
Hal ini dijumpai dari tingkat puskesmas ataupun tingkat dinas kesehatan di
kabupaten/kota terutama pukesmas gondokusuman II.
Pada kondisi seperti ini nantinya akan menjadi masalah
untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas data-data yang akan ada,
baik dari segi pengolahan dan pemeliharaan data, maupun dari segi koordinasi
antar bagian.
·
Kendala di bidang Sumber Daya Manusia
Kendala di bidang SDM ini yang paling sering ditemui di
puskesmas. Banyak staf puskesmas yang belum maksimal dalam mengoperasikan
komputer. Biasanya kemampuan operasional komputer didapat secara belajar
mandiri, sehingga tidak maksimal. Belum lagi dengan pemakaian komputer oleh
staf yang kadang-kadang tidak pada fungsi yang sebenarnya.
1.8
Upaya
Pencegahan Kesalahan
Upaya- upaya yang diggunakan untuk
menggurangi penggunaan simpus antara lain:
1.
Pembekalan ilmu
keterampilan ditiap-tiap puskesmas terutama puskesmas gondokusukan II karena
kurangnya keahlian dalaman penggunaan program ini membuat kendala bagi
berlangsungnya program ini. Sehingga perlu didaya gunakan kursus / pelatihan
dalam penggunaan program simpus ini.
2.
Diberlakukannya
waktu-waktu kerja bagi para penyelengara pelayanan kesehatan ini. Karena sering
adanya regristrasi yang selalu berlangsung ini tanpa adanya waktu untuk
merangkap jadi satu arsip sehingga terjadinya percampuran arsip-arisp lainnya
dan membuat program kacau sehinga perlu adanya penggunaan waktu yang seefisien
mungkin.
3.
Peletakkan petugas-petugas
khusus palam setiap hal. Hal ini berguna memperkecil masalah pelaporan berkas
tentang kesehatan dipukesmas dan daftar kunjungan pasien beberapa hari ini.
4.
Pemberian dana dari
pemerintah pusat kepada tiap-tiap puskesmas yang ada disekeliling masyarakat.
Hal ini dikarenakan memecahkan masalah yang dialami oleh puskesmas dalam faktor
ekonomi. Sehingga fasilitas yang ada dapat dirasakan dan membuat kesehata
masyarakat semakin meningkat.
BAB
III
PENUTUP
PENUTUP
Kesimpulan
a.
SIMPUS
adalah Sistem manajemen yang digunakaan untuk memperbantukan tugas suatu
penyelenggara kenyamanan yaitu kedokteran kepada para pasien yang ingin berobat
ke suatu organisasi yaitu organisasi puskesmas.
Dalam organisasi ini
suatu badan tidak berjalan sesuai harapan karena sistem baru ini sulit
dkendalikan atau diggunakan bagi istsasti puskemas dan di suatu istansiini
memliki kekuranga sdm dalam mengolah aplikasi ini dan mengalami kendala dalama
proses pembiayaan seperti puskesmas gondokusuman II ini. Aplikasi yang terdapat
dalam sistem ini cukup banyak jika sdm dalam istasi puskesmas ini menggunakan
semaksmal mungkin dan didorong dengan pembiayaan yang cukup pasti akan mngalami
peningkatan dalan pelayaanan ini. Dan akan bermanfaat bagi m pemerintah dalam
menangani masalah kesehatan yang ada di suatu daerah atau suatu lingkup negara.
Dari hal ini perlu
adanya suatu tata cara atau pembekalan mengenai menggunakan suatu siste ini
kepada SDM yang ada di suatu instasi atau organisasi puskesmas gondokusuman II
selain itu adanya campurtangan pemerintah dalam perizinan mnggunakan suatu
sistem ini dan memberikan biaya kepada setiap puskesmas yang ada disluruh
Indonesia terutama puskesmas yang ada didaerah-daerah terpenting contohnya
puskesmas gondokusuman II yang terletak di wlayah Jogjakarta.
b.
Saran:
Dari makalah yang telah
disajikan perlu adanya kerjasama antara instasi public dengan istansi
pemerintah dalam menyelesaikan asalah kesehatan yang mengakibatkan suatu negara
kurang atau tidak dapat maju-maju yang berakibat juka bagi faktor faktor lain.
Daftar
Pustaka
http://manajemen-pelayanankesehatan.net/papua/images/materi/A5-7.pdf/tanggal 13 oktober 2015,jam 20:00 wib.
http://contohmakalah4.blogspot.co.id/2011/02/sistem-informasi-manajemen-puskesmas.html/tanggal 13 oktober 2015,jam 19:50 WIB
https://aplikasisimkes.wordpress.com/2011/01/18/aplikasi-sistem-informasi-manajemen-puskesmas-simpus/
tgl 13 oktober 2015 jm 19.25
http://www.digital-sense.net/simpus tgl 13 oktober 2015 jm 19.25
|







Tidak ada komentar:
Posting Komentar